fes.de
  • Publikasi

[EN] Pengalaman Indonesia: Pembangunan Bangsa di Era Populisme dan Kaum Intelektual Muslim

Yudi Latif

Sukarno pernah menggunakan frasa "pembangunan karakter, pembangunan bangsa" sebagai kerangka ideologis untuk kebijakan publik yang dimaksudkan untuk memobilisasi pemerintahan yang baru saja merdeka (pasca-kolonial).

Pertanyaannya kemudian adalah: bagaimana cara meninjau kembali makna pembangunan bangsa dengan mempertimbangkan keragaman masyarakat kontemporer. Jika kita ingin membingkai masalah ini secara lebih umum, kita juga dapat menanyakan apakah populisme akan mendorong Indonesia ke dalam era ketidakpastian dan apakah pembangunan bangsa telah kehilangan maknanya.