Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berkeadilan Sosial

Untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dalam kerangka negara kesejahteraan, transformasi ini harus berfokus pada pemberian perlindungan, pemberdayaan, serta pemenuhan hak-hak warga negara yang membutuhkan. FES, bersama mitranya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta berkolaborasi dengan berbagai mitra lainnya, berkomitmen untuk menjangkau perempuan dan generasi muda melalui berbagai program yang melibatkan mereka secara langsung. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa prinsip-prinsip negara kesejahteraan—seperti perlindungan sosial dan keadilan—dapat diwujudkan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi perubahan sosial yang bermakna.


Pemberdayaan dan Pemenuhan Hak-Hak Perempuan

Mewujudkan masa depan yang berkeadilan gender merupakan tujuan utama. Di tengah masyarakat yang masih bercorak patriarkal, perhatian yang kuat serta kebijakan afirmatif bagi perempuan di Indonesia tetap menjadi agenda yang sangat penting. FES mendukung berbagai kajian, penguatan kapasitas, dan dialog kebijakan yang berfokus pada pekerjaan perawatan (care work), posisi perempuan di sektor informal, serta peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam kehidupan politik.

Ekonomi Perawatan

Pekerjaan perawatan—baik yang dibayar maupun yang tidak dibayar—memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia. Namun, kontribusinya masih belum banyak terlihat dan belum mendapatkan pengakuan yang memadai dalam kerangka ekonomi maupun kebijakan di Indonesia. Di Indonesia, pekerjaan perawatan sebagian besar dilakukan oleh perempuan, yang memikul beban tanggung jawab perawatan secara tidak proporsional, terutama dalam pekerjaan perawatan tidak berbayar, seperti mengasuh anak, merawat lansia, dan mengelola rumah tangga. Akibatnya, perempuan di Indonesia menghabiskan waktu yang jauh lebih banyak untuk melakukan pekerjaan perawatan dibandingkan laki-laki. Kondisi ini membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi formal, memperdalam ketimpangan gender, serta memperburuk kemiskinan waktu (time poverty). FES bersama organisasi mitra SRI Institute, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), berkontribusi melalui penyusunan riset, pengembangan rekomendasi kebijakan, serta penyelenggaraan platform dialog nasional. Inisiatif ini bertujuan mendorong pengakuan dan inklusi perempuan yang bekerja di sektor perawatan ke dalam sistem jaminan sosial.

Transisi Energi yang Adil: Inklusif dan Berkeadilan Gender

Memasukkan pertimbangan iklim dan energi ke dalam agenda pembangunan manusia Indonesia merupakan langkah penting untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia terkait perubahan iklim, akses energi, dan pembangunan sosial-ekonomi, penanganan isu-isu yang saling berkaitan ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi aspek sosial dan kesehatan masyarakat. Transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan dan rendah karbon merupakan kebutuhan yang mendesak, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Transisi ini juga membuka peluang untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera, adil, dan inklusif. Kegiatan FES berfokus pada dampak transisi energi terhadap perempuan dan generasi muda, sekaligus mendorong partisipasi mereka secara bermakna dalam mewujudkan transisi energi yang berkeadilan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Friedrich-Ebert-Stiftung
Indonesia Office

Jl. Kemang Selatan II No. 2A
Jakarta Selatan 12730
Indonesia

+62 21 7193711
+62 21 71791358

info.indonesia(at)fes.de